Thursday, 16 May 2013

Program Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus


Pandangan masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus adalah anak-anak yang berbeda dalam banyak hal dibandingkan dengan anak-anak normal pada umumnya. Artinya ada perbedaan yang sangat mencolok, sehingga menimbulkan kekhawatiran / keraguan akan kemampuan anak-anak tersebut jika belajar secara bersama-sama dengan anak normal pada umumnya. Oleh karena itu mereka harus mendapat layanan pendidikan secara khusus. Maka timbulah pandangan bahwa konsep Pendidikan Luar Biasa identik dengan Sekolah Luar Biasa.

Program SLB A
·         SLB Bagian A, yaitu lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan secara khusus untuk peserta didik yag menyandang kelainan pada penglihatan (Tunanetra).
·         Orientasi dan mobilitas untuk peserta didik Tunanetra


Tujuan :
·         Untuk membimbing anak pada kehidupan yang mandiri.
·         Membimbing anak untuk mendapat pengakuan dan tempat yang layak di masyarakat.

Program pendidikan :
·         Program pendidikan umum, seperti pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Kerajian Tangan dan Kesenian.
·         Pembelajaran menggunakan Huruf Braille.
·         Orientasi dan Mobilitasi (OM), merupakan kemampuan bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan indera yang masih ada atau masih berfungsi dengan cepat, tepat, aman, seperti :
-       Jalan dengan pendamping / ada yang mengawasi.
-       Jalan mandiri
-       Latihan bantu diri. Alat bantu yang digunakan dalam orientasi dan mobilitas adalah tongkat putih atau tongkat elektronik, kacamata elektronik, dll
·         Belajar Matematika, dengan alat bantu berhitung seperti lidi atau kalkulator. Dapat juga menggunakan beberapa alat bantu menghitung seperti cubaritmen, taylor frame, dan abacus.
·         Program pendidikan jasmani untuk memantapkan latihan orientasi dan mobilitas, dengan menggunakan petunjuk bunyi-bunyian, bau-bauan, arah angin, dan matahari. Misalnya :
-       Lompat tali, anak dikenalkan dengan tali, letak tali. Anak berada di belakang guru. Anak meletakkan tangannya di bahu / pinggang guru dan belajar bersama.
-       Kayang, guru membimbing anak saat melakukan latihan mulai sikap berdiri, sikap tangan, gerak tubuh, hingga anak dapat melakukan kayang.
-       Bowling, Softball, Sepakbola, Basket, Renang, Sepatu roda, Senam, dan Tenis meja.
Alat khusus yang dapat digunakan antara lain :
-       reglet dan pena
-       mesin tik Braille
-       computer dengan program Braille
-       printer Braille
-       kertas braille
-       penggaris Braille
-       abacus
-       calculator bicara
-       kompas bicara

Alat bantu perabaan dan pendengaran, seperti :
-       menggunakan buku-buku dengan huruf Braille
-       menggunakan talking books (buku bicara), kaset (suara binatang), CD, kamus bicara.
Alat peraga yang dapat digunakan :
-       benda / model tiruan, model kerangka manusia, model alat pernafasan, dll
-       gambar timbul sesuai dengan bentuk asli, grafik, diagram dll
-       gambar timbul skematik, rangkaian listrik, denah, dll
-       peta timbul, seperti provinsi, pulau, negara, daratan, benua, dll.
-       globe timbul
-       papan baca
-       papan paku

Program SLB B
·         SLB Bagian B, yaitu lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan secara khusus untuk peserta didik yang menyandang kelainan pada pendengaran (Tunarungu).
·         Bina komunikasi, persepsi bunyi dan irama untuk peserta didik Tunarungu

Tujuan :
·         Membentuk optimisme anak untuk keluar dari masalah komunikasi
·         Membentuk anak untuk bersosialisasi dan berintegrasi dengan anak sebaya di sekolah maupun di dalam lingkungan rumah
Program pendidikan :
·         Memberikan layanan deteksi dini, diagnosa, konsultasi, fasilitator dan penyediaan alat bantu dengar ( hearing aid ) dan Implant Coachlea, perawatan dan servisnya.
·         Memberikan treatment Bina Persepsi Bunyi dan Irama (BPBI), Auditory Verbal dan Bina Wicara secara kontinyu dan konsisten
·         Program habilitasi melalui perbaikan cara komunikasi anak dengan menggunakan pendengaran sebagai titik tolak dalam berinteraksi dengan lingkungan luar anak.
·         Pendekatan komunikasi menggunakan komunikasi secara oral-aural (bukan isyarat) dan metode pemerolehan bahasa, yaitu Metode Maternal Reflektif. Hal ini memungkinkan anak mampu berbahasa dan berkomunikasi sebagai dasar untuk menguasai kompetensi yang lain.

Keterbatasan dalam komunikasi oral atau lisan berakibat pada lemahnya daya tangkap dan kemampuan berbahasa seseorang. Jika seorang anak lemah daya tangkapnya, ia akan merasa minder atau terganggu secara emosional serta hubungan sosialnya. Metode oral-aural ini bersifat aural, yakni menimbulkan daya tangkap anak terhadap bahasa yang didengarnya dari ucapan orang lain dan memahami maksudnya. Sementara itu, bersifat oral berarti agar anak dapat menggunakan bahasa secara lisan dalam pergaulan.

Cara manual dilakukan dengan memainkan bunyi-bunyian di belakang seorang anak. Setelah kemampuan pendengaran diketahui, anak diajarkan cara berkomunikasi oral, yaitu dengan menirukan bentuk mulut, merasakan getaran suara di bagian dada, serta ekspresi atau raut muka lawan bicara. Setelah itu, anak berlatih melafalkan kata-kata, dan kemudian akan diajari pula penggunaan bahasa isyarat dengan tangan.



·         Program pengembangan keterampilan & budi pekerti :
-       Tata boga, tata busana
-       Membatik
-       Komputer
-       Melukis
-       Kegiatan kepramukaan
-       Outbond
-       Widyawisata


Program SLB C
·         SLB Bagian C, yaitu lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan secara khusus untuk peserta didik tunagrahita ringan dan SLB Bagian C1, yaitu lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan secara khusus untuk peserta didik tunagrahita sedang.
·         Bina Diri untuk peserta didik Tunagrahita Ringan dan Sedang
Tujuan :
    Membangun ortopedagogik pada anak tunagrahita.
     Agar mampu mengembangkan sikap, pengetahuan dan keterampilan sebagai pribadi maupun anggota masyarakat.
·         Dapat mengembangkan potensi dengan sebaik-baiknya.
·         Dapat menolong diri, berdiri sendiri dan berguna bagi masyarakat.
Program pendidikan :
·         Program mata pelajaran dasar umum, terdiri dari :
-       Pendidikan Agama
-       Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
-       Bahasa Indonesia
-       Bahasa Inggris
-       Ilmu Pengetahuan Alam ( IPA )
-       Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS )
-       Matematika

·         Program pengembangan keterampilan, terdiri dari :
-       Tata Boga
-       Tata Graha
-       Mengetik / Komputer
-       Prakarya
-       Refleksi
-       Holtikultura
-       Menjahit
-       Sablon

·         Ekstrakurikuler, terdiri dari :
-       Seni Tari                            - Olahraga
-       Berenang                           - Pramuka
-       Pianika                              - Angklung
-       Badminton

Program SLB D
·         SLB Bagian D, yaitu lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan secara khusus untuk peserta didik tunadaksa tanpa adanya gangguan kecerdasan dan SLB D1, yaitu lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan secara khusus untuk peserta didik tunadaksa yang disertai dengan gangguan kecerdasan.
·         Bina Gerak untuk peserta didik Tunadaksa Ringan

Tujuan :
·         Mengembangkan potensi anak seoptimal mungkin.
·         Agar anak dapat mandiri, minimal dapat mengurus dirinya sendiri, menjadi lebih baik atau dapat meningkat kualitas hidupnya.
·         Anak dapat mengatasi permasalahan yang timbul sebagai akibat langsung atau tidak langsung dari kecacatannya.

Program pendidikan :
·         Kegiatan identifikasi dan asesmen kemampuan dan ketidakmampuan anak dalam segi fisik, mental, sosial, akademik, dan keterampilannya.

Assesmen dilakukan oleh team yang terdiri dari :
-       Team Medis : dokter ahli anak, dokter ahli rehabilitasi, Fisioterapist.
-       Team Pendidikan : Orthopedagog, Psikolog, Kepala Sekolah dan para guru.
-       Team Sosial : Sosial Worker.
-       Team Keterampilan : para Instruktur dan guru-guru keterampilan.

·         Melaksanakan rehabilitasi kepada siswa tunadaksa, yaitu rehabilitasi medis, pendidikan, sosial, dan keterampilan.
·         Pengembangan intelektual dan akademik, membantu perkembangan fisik, meningkatkan perkembangan emosi dan penerimaan diri anak, mematangkan aspek sosial, mematangkan moral dan spiritual, meningkatkan ekspresi diri, dan mempersiapkan masa depan anak.
·         Pembelajaran dilaksanakan di Ruang Belajar Kita ( RBK ) sebanyak mata pelajaran yang ada, karena di RBK terdapat banyak sumber dan alat-alat yang dapat membantu pemahaman anak dalam belajar. Dengan berpindah tempat belajar antar RBK, anak sekaligus latihan gerak mobilitas, juga anak-anak tidak cepat bosan dengan banyak variasi ruangan serta lingkungannya.
·         Program khusus berupa bina gerak, bina diri dan bina wicara serta program pilihan seperti tata boga, olahraga, perkebunan, tanaman hias, dan pertukangan.


Program SLB E
·         SLB Bagian E, yaitu lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan secara khusus untuk peserta didik tunalaras.
·         Bina pribadi dan sosial untuk peserta didik tunalaras.

 
Tujuan :
·         Membentuk anak berkebutuhan khusus yang berprestasi, terampil, mandiri, berbudi pekerti luhur dan memasyarakat.
·         Agar anak dapat hidup bersosialisasi dan diterima oleh masyarakat.
·         Agar anak memiliki ketrampilan dasar sesuai bakat dan minatnya.
·         Menumbuh-kembangkan pengamalan agama dan budaya luhur anak.
·         Meningkatkan citra harkat dan martabat anak berkebutuhan khusus sehingga tidak mendapatkan perlakuan diskriminatif dari pihak manapun.
Program pendidikan :
·         Program pendidikan umum, seperti pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial, Kerajian Tangan dan Kesenian.
·         Pembelajaran dengan pendekatan aktif, inovatif, kreatif,  dan menyenangkan, serta pendekatan CTL (Contextual Teacher Learning) secara efektik  terus-menerus dan berkesinambungan.
·         Penyelenggaraan bimbingan dan penyuluhan
·         Terapi perilaku sosial
·         Terapi kelompok (peer teaching)
·         Mengenalkan anak pada kehidupan sosial yang baik, seperti melalui game kelompok dan sebagainya, untuk meningkatkan kebersamaan dan kehidupan social anak.
·         Memberikan pengajaran dengan metode diskusi dan kelompok untuk meningkatkan kepercayaan diri anak.
·         Kegiatan outbond, agar anak berlatih bekerja sama dalam satu tim untuk mencapai tujuan, saling membantu, melatih menjaga konsentrasi dengan pasangan.

Program SLB G
·         SLB Bagian G, yaitu lembaga pendidikan yang memberikan pelayanan pendidikan secara khusus untuk peserta didik tunaganda.
·         Bina diri dan bina gerak untuk peserta didik Tunadaksa Sedang dan Tunaganda.

Tujuan :
·         untuk meningkatkan kemandirian anak
Program pendidikan :
·         Program pendidikan mengakses empat bidang utama, yaitu bidang domestik, rekreasional, kemasyarakatan, dan vokasional.
·         Pengajaran mencakup di antaranya : ekspresi pilihan, komunikasi, pengembangan keterampilan fungsional, dan latihan keterampilan sosial sesuai dengan usia anak.
·         Ada kerja sama antara terapis bicara dan bahasa, terapi fisik dan okupasional dengan guru-guru serta orangtua dalam menyadari akan kondisi obyektif anak-anak tunaganda.
·         Memberikan layanan yang terbaik dalam proses pembelajaran yang didukung dengan penataan kelas yang sesuai serta alat bantu dalam meningkatan keterampilan fungsional anak untuk dapat menjamin kemandirian.
·         Pengembangkan keterampilan sosial dan persahabatan untuk meningkatkan integrasi dengan anak seusia serta dapat mendorong adanya perubahan sikap yang lebih positif melalui berpartisipasi dalam kegiatan yg sama dengan anak-anak normal.




Oleh Kelompok 5 :
Eka Sartika - 121301007
Riza Indri Sri Metami Barus - 121301011
Triana Hamidah - 121301017
Nanda Rizkita - 121301025
Muthia Audina - 121301029
Nuraini - 121301067

Wednesday, 15 May 2013

WOW!! Opa satu ini TOP CER punya

Benjamin Bronsema (78), jika tak ada aral melintang, bakal mempertahankan disertasinya mengenai AC tanpa ventilator di Technische Universiteit Delft, Belanda, 7 Juni 2013 mendatang. Menurut Bronsema, penyejuk udara di gedung-gedung perkantoran dapat beroperasi hanya menggunakan kombinasi tenaga air, matahari, dan angin. Penyejuk udara kreasi Bronsema bekerja tanpa listrik atau generator berbahan bakar bensin. Pendek kata, lebih ramah lingkungan.

‘Kakek gaek’ ini tengah mencari gedung perkantoran untuk menguji instalasi AC eco-friendly temuannya yang diberi nama Earth, Wind & Fire. Saya bukan anak teknik, tapi bagi Kompasianers yang tertarik cara kerjanya bisa klik di sini. Teoretis, AC yang memanfaatkan tenaga mirip air terjun ini berfungsi optimal sewaktu dicoba di laboratorium. Namun, proof of the pudding masih harus dilakukan. Barangkali, gedung di Jakarta bersedia jadi kelinci percobaan. 

Karena AC ‘alami’ ini berbentuk seperti menara, Bronsema perlu gedung perkantoran atau apartemen minimal berlantai lima. Selain itu, letaknya harus strategis dan tak langsung dihalangi oleh bangunan lain. Angin dan sinar matahari harus dapat bergerak bebas. Bronsema menggarisbawahi efisiensi dan penghematan enerji serta listrik melalui AC hasil risetnya. Ia pun menekankan polusi udara dan penyebaran bakteri dalam ruangan melalui AC berventilator konvensional. Mungkin Anda akan berpikir, “Negara dingin seperti Belanda buat apa pasang AC?” AC itu kependekan air conditioning. Jadi, AC di negara empat musim kebanyakan multi fungsi: sewaktu panas menyengat berfungsi menyejukkan ruangan dan sebaliknya saat hawa dingin menyergap justru menghangatkan kamar.

Di samping itu, sepengetahuan saya, AC juga ikut menetralisir atau ‘menyaring’ bakteri di udara dalam gedung atau perumahan. Nah, kembali ke ‘opa’ Bronsema, saya salut karena di usia senja ia masih gigih kuliah dan tak mau kalah dengan generasi muda penerusnya. Belakangan, manula di Belanda sering jadi bulan-bulanan. Mengapa? Karena 25% dari 17 juta jiwa penduduk Belanda termasuk kategori lansia. Golongan 60+ ini biasanya pensiunan dan lebih senang leyeh-leyeh di rumah atau keliling dunia menikmati hari tua jika tabungan pensiun memungkinkan.

Masalahnya, orang Belanda berusia produktiflah yang membayar tunjangan hari tua ‘golongan sepuh’ ini. Pendapatan generasi muda ‘dipotong’ tiap bulan untuk membiayai ‘foya-foya kelompok bau tanah’ ini. Apalagi, ditambah krismon di Eropa, generasi usia kerja di Belanda mesti makin rela dipangkas jatah gajinya alias solider membantu sesama di negara-negara anggota Uni Eropa yang sedang tepar ekonominya. Tambah manyun deh. Haha…

Saya kagum sebab Bronsema mengikis stereotipe ini. Mengintip profil di LinkedIn-nya, ia masih aktif di perusahaan konsultan teknik miliknya. Oya, karena penghematan pada banyak sektor di Belanda, angka pengangguran beberapa tahun terakhir boleh dibilang lumayan tinggi. Acapkali, setelah reorganisasi perusahaan berimbas PHK, pegawai berusia 50+ sulit segera mendapat pekerjaan. “Sudah kadaluwarsa!” kata rekan-rekan di kantor saya. Bronsema sekaligus menepis anggapan ini. Ia membuktikan, usia senja bukan penghalang tetap eksis berkarier. Tak ada lagi istilah uzur, over the date atau outdated. Bisa jadi, ini pelajaran berharga pula buat kita, ada baiknya tak lagi melecehkan generasi ‘bangkotan’ yang kerap dicap kuno atau ketinggalan zaman. Sebaliknya, bagi generasi muda, langkah Bronsema bisa menginspirasi. Jangan pernah beranggapan terlambat untuk belajar. Ada kemauan, ada jalan!

Selamat berkarya, Meneer Bronsema!

sumber :

http://sosok.kompasiana.com/2013/05/14/buset-opa-opa-belanda-tak-jengah-kuliah-s3-555758.html

Mari Refreshing (Karena berlebihan itu tidak baik)

Manusia zaman sekarang hidup dengan berbagai tekanan kehidupan dan aktifitas yang padat dan serba mengejar. Terkadang tidak menyisakan waktu untuk istirahat, kecuali istirahat di malam hari. Tuntutan hidup di zaman modern, yang kadang membuat manusia menjadi lelah, jenuh, bosan dan terjebak pada rutinitas yang tiada berujung.

Refreshing atau berjalan-jalan dibutuhkan agar manusia dapat menyegarkan kembali fikirannya. Hati dan jiwa itu cepat lelah, makanya harus dihibur dengan salah satu caranya adalah berjalan-jalan. Kita mengenal begitu banyak acara hiburan bermunculan di televisi. Acara tersebut dimunculkan tentu saja untuk mengakomodir begitu banyak permasalahan manusia dengan stres dan jenuh dalam aktifitas sehari-harinya.

Sesibuk apapun kita hendaknya memberikan porsi bagi kehidupan kita untuk rehat dan istirahat. Agendakanlah, walau sesibuk apapun kegiatan kita, karena jika tidak disempatkan, maka benar-benar tidak sempat. Sebagaimana kata sebuah pepatah, "Ada kemauan ada jalan, tidak ada kemauan banyak alasan." Apakah itu dalam waktu sekali sebulan, dua kali sebulan atau tiga kali sebulan. Asalkan jangan terlalu sering yang membuat efek manja pada tubuh.

Terlalu sering refreshing akan membuat kita suka melarikan diri dari kenyataan hidup. Kehidupan ini jelas mempunyai permasalahan yang tak dapat kita hindarkan. Tetapi jangan juga tidak menyediakan waktu sedikitpun untuk melaksanakan refreshing. Hati bisa menjadi kecut dan cepat lelah. Bersikap seimbanglah!
"Ada kemauan ada jalan, tidak ada kemauan banyak alasan."

Begitu banyak sebenarnya pilihan untuk melakukan rekreasi, apalagi jika dilakukan bersama-sama. Semakin menambah rasa keakraban terhadap sesama. Kita bisa memilih ke laut jika ingin mengistirahatkan pikiran. Kita bisa memilih ke tempat-tempat peninggalan bersejarah jika akan menambah pengetahuan kita dan juga wawasan. Kita bisa memilih rekreasi ke hutan lindung atau tempat-tempat penangkaran binatang jika hal itu dapat menambah pengetahuan dan juga rasa sayang kepada makhluk hidup selain manusia.

Ada banyak sekali manfaat rekreasi untuk kita. Apalagi sebagai seorang perempuan, kita termasuk makhluk yang mudah terpancing emosinya. Dan perempuan cenderung tak bisa menyimpan berlama-lama segala ganjalan hatinya. Itulah sebabnya kaum wanita lebih cepat stres dibandingkan laki-laki. Maka berwisata sangat baik untuk menetralisir emosi-emosi negatif dalam jiwa.

sumber :

http://www.bundakonicare.com/post/bunda-metime/refreshing-karena-segala-yang-berlebihan-tidak-baik

Sunday, 5 May 2013

5 Tradisi Unik Untuk Mencari Jodoh di Dunia

Banyak tradisi dalam dunia cinta dan Jodoh salah satunya yang terkanal adalah tradisi Valentine yang diperingati setiap tanggal 14 Februari. Namun selain valentine ternyata masih ada beberapa tradisi unik dalam mencari jodoh yang ada di dunia ini nah kamu mau tahu tradisi unik seperti apa dalam mencari jodoh yang ada di berbagai negara di dunia simak 5 Tradisi Unik Untuk Mencari Jodoh di Dunia berikut ini.

1. Memakan apel dari ketiak


 Memakan apel dari ketiak merupakan tradisi di negara Austria dalam mencari jodoh caranya adalah dengan memberikan apel yang telah dibelah lalu apel yang akan diberikan ke pria tadi harus dikepit di ketiak wanita yang melakukan beberapa tarian ritual sampai berkeringan nah apel yang sudah basah dengan keringat tadi baru lah diberikan ke pria yang mau dijodohkan dengan pria jika pria itu mau memakan apel tadi berati pria tadi menerima perjodohan unikya.


2. Pondok cinta


Pondok cinta merupakan tradisi mencari Jodoh di negara Kamboja orang tua yang memiliki putri yang sudah remaja akan membuatkan sebuah rumah kecil yang disebut sebagai pondok cinta di dalam pondok ini pria belum menikah saiapa saja boleh bercinta dengan gadis yang ada didalam pondok cinta terkadang dalam satu malam bisa ada lebih dari 3 orang yang berhubungan seks dengan wanita yang ada di dalam pondok itu nah jika sang wanita menyukai salah seorang dari pria yang datang ke pondok itu maka mereka berdua akan menikah.


3. Kikir gigi


Tradisi kikir gigi ini ada di Bali setiap remaja yang akan dewasa diwajibkan melakukan ritual ini gigi mereka harus dikikir oleh pendeta Hindu. Tanpa menggunakan obat obatan apapun pendeta akan mengukir gigi para pemuda yang akan dewasa tujuan ritual ini adalah untuk mengusir roh jahat membawa ketamakan, syahwat, amarah, kecemburuan, dan keadaan tidak sadar. Setelahnya, mereka menjadi orang dewasa siap menikah.


4. Tidur bersama dipisahkan papan


Praktik pacaran umum barat laut negara Eropa dan Amerika kolonial yakni pasangan remaja tidur bersama seranjang. Namun ini dilakukan dalam pengawasan orang tua sang perempuan. Meski seranjang keduanya terbungkus selimut berbeda, terkadang sebuah papan berukuran sedang. Keintiman boleh terjadi namun bukan hubungan seksual. Semacam menyentuh atau bercengkrama.


5. Mengunjungi gadis

Ada tradisi cukup unik di China dalam mencari jodoh para wanita di China aken berkerumun dengan membuat lingkaran sambil memutari api ungun. Lalu segerombol pria berjaket merah akan mendatangi para wanita.

Nah proses saling menyukai mulai terjadi disini jika siwanita menyukai salah satu pria yang datang tadi maka wanita akan memberiksan sebuah barang kepada si pria lalau pria akan mengajak duduk wanita tadi dengan memberikan jaket merah miliknya disinilah kata cinta terucap dari pria untuk melamar wanita.

Nah itulah beberapa tradisi unik dalam mencari jodoh yang ada diberbagai dunia.










Friday, 26 April 2013




Dalam Pasal 1 angka 43 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) disebutkan PAUD adalah suatu upaya untuk pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangn jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dan memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat itu, juga pernah dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character that is the goal of true education (kecerdasan yang berkarakter adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).

Ada beberapa alasan mengapa PAUD dianggap sebagai sesuatu hal yang penting dalam mewujudkan pondasi pendidikan bagi bangsa ini. Pertama, PAUD merupakan dasar bagi pembentukan kepribadian manusia secara utuh (karakter, budi pekerti luhur, pandai dan terampil). Kedua, di tahun pertama kehidupan anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat dan hal ini bertalian dengan perkembangan otak anak. Dengan kedua hal tersebut anak sepertinya harus dipersiapkan sejak dini.
Namun dilain hal, dilema “perkembangan PAUD di Indonesia” terkait dengan urgensi PAUD ini bertolak dari sejarah di mana tahun 2005 UNESCO mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang angka partisipasi PAUD terendah di ASEAN, baru sebesar 20%, ini masih lebih rendah dari Fhilipina (27%), bahkan negara yang baru saja merdeka Vietnam (43%), Thailand (86% dan Malaysia (89%). Dan kesemunya ini semakin tampak dengan Human Development Index (HDI) Indonesia yang juga lebih rendah diantara negara-negara tersebut. Ini membuktikan bahwa pembangunan PAUD berbanding lurus dengan mutu dari sebuah negara yang terdiskripsikan dalam HDI.



Ada beberapa faktor (selain faktor ekonomi) yang meyebabkan dilema perkembangan PAUD yang terjadi di indonesia dewasa ini, di antaranya :
  1. Tamatan S1 semua Pendidikan PAUD sejumlah 359 ribu orang (sumber data dari Ditjen PMPTK) merupakan jumlah yang tidak seimbang  untuk dapat melayani 28 juta orang anak usia dini.
  2. Sebagian besarnya pengajar PAUD merupakan lulusan dari SMP dan SMA, hanya sebagian kecil S1 (jika kualifikasi pengajar PAUD diperhitungkan juga)
  3. Kecilnya insentif yang diberikan kepada Pendidik PAUD (bahkan dibeberapa wilayah ada yang dibayar dengan menukarkan dengan beras, sayur mayur, dsb)
  4. Pembangunan kompetensi SDM dari Pendidik PAUD sebagai ujung tombak pengajar bagi anak-anak kita yang belum memenuhi kualifikasi.
  5. Aspek keibuan secara mental seorang pendidik PAUD, mereka pada dasarnya mereka belum mengerti aspek kejiwaan seorang anak secara kejiwaan karena mereka tidak mengandung atau mengerti rasanya mempunyai seorang anak.

Disamping itu juga banyak Metode pengajaran yang dapat diterapkan pada PAUD (seperti metode Demonstratif, sosiodrama, eksperimen, dll) namun ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik, jika tenaga pendidik PAUD tidak memahami akan teknik-teknik pengajarannya atau cara menyampaikannya sesuai makna dari metode pembelajaran itu sendiri. 


Sumber :

http://www.sby.dnet.net.id/dnews/mei-2011/article-dilema-perkembangan-paud-di-indonesia-50.html 

Friday, 15 March 2013

Intermezzo yuks ;)


Cerita ini di ambil dari Majalah Fortune,
 Judulnya:
Young and pretty lady wishes to marry a rich guy.
Seorang wanita memposting sebuah pertanyaan melalui sebuah forum terkenal dengan bertanya:

"Apakah yang harus saya lakukan untuk dapat menikah dengan pria kaya?"

 Saya akan jujur dengan apa yang aku katakan. Usia saya 25 tahun. Saya sangat cantik, bergaya dan memiliki selera yang tinggi. Saya berharap menikah dengan pria kaya dengan penghasilan pertahun $500 ribu (+/-Rp.5,5M) atau lebih.

 Anda mungkin akan berkata kalau saya termasuk perempuan materialistis, tapi kelompok penghasilan s.d $ 1 juta pun masih termasuk kelas menengah di New York.
 Permintaan saya tidak setinggi itu. Adakah pria di forum ini yang
 berpenghasilan $ 500 ribu per tahun? Apakah Anda semua telah
 menikah? Saya ingin bertanya apa yang harus aku lakukan untuk dapat menikah dengan orang2 seperti Anda?

 Di antara pria yang telah berpacaran denganku, yang terkaya hanya
 berpenghasilan $ 250 ribu dan kelihatannya ini batas tertinggi yang
 pernah saya capai. Jika seseorang ingin pindah ke perumahan mewah di wilayah barat New York City Garden , penghasilan $250 ribu tentu
 tidak cukup.

 Beberapa hal yang ingin saya tanyakan:
 1. Dimanakah kebanyakan para pria kaya bertemu & berkumpul?
 Mohon nama dan alamat bar, restauran dan gym yang sering
 dikunjungi.
 2. Rentang usia berapakah yang dapat memenuhi kriteria saya?
 3. Kenapa wajah istri-istri orang kaya hanya terkesan biasa-biasa saja?
 Saya telah bertemu dengan beberapa gadis yang tidak cantik dan
 menarik, tapi mereka bisa menikah dengan pria kaya.
 4. Apa pertimbangan Anda dalam menentukan istri dan siapakah
 yang bisa menjadi pacar Anda?

 Terus terang, tujuan saya sekarang adalah untuk menikah.

 Terimakasih,
 Gadis Jelita

 Dan inilah jawaban dari seorang ahli keuangan dari Wall Street Financial

 Dear Gadis Jelita,


 Saya membaca email anda dengan sangat antusias. Saya yakin sebenarnya banyak gadis2 yang memiliki pertanyaan senada dengan Anda. Ijinkan saya untuk menganalisa situasi Anda dari sudut pandang investor profesional. Penghasilan tahunan saya lebih dari $ 500 ribu yang tentu memenuhi kriteria Anda. Jadi, saya harap setiap orang percaya bahwa jawaban saya cukup kredibel dan tidak membuang waktu.

Dari sudut pandang seorang pebisnis, menikah dengan Anda adalah
 keputusan yang buruk. Jawabannya sangat sederhana dan akan saya jelaskan.

 Kesampingkan dulu detil-detil yang Anda tanyakan. Sebenarnya apa yang ingin Anda lakukan adalah pertukaran antara "kecantikan" dan "uang".
 Si A akan menyediakan kecantikan dan si B akan membayar untuk itu. Kelihatannya adil dan cukup wajar. Tapi ada permasalahan fatal di sini. Kecantikan Anda akan sirna, tapi uang saya tidak akan hilang
 tanpa alasan yang jelas.

Faktanya adalah penghasilan saya mungkin akan meningkat dari tahun ke tahun. Tapi, Anda tidak akan bertambah cantik tiap tahunnya. Karena itu dari sudut pandang ekonomi: saya adalah aset yang ter-apresiasi sedangkan Anda adalah aset yang ter-depresiasi.
 Depresiasi yang Anda alami bukan depresiasi normal, tapi depresiasi eksponensial. Jika hanya ini aset Anda, nilai Anda akan sangat mencemaskan 10 tahun kemudian.
 Dengan menggunakan istilah yang kami gunakan di Wall Street, setiap perdagangan memiliki sebuah posisi.
 Berpacaran dengan Anda juga memiliki "posisi perdagangan" .
 Jika nilai aset yang didagangkan menurun, maka kami akan menjualnya.
 Bukan ide yang baik untuk mempertahankannya. Begitu juga dengan pernikahan yang Anda inginkan. Saya sangat kejam
 untuk berkata seperti ini, tapi untuk membuat keputusan bijak,
 aset yang menurun nilainya akan dijual atau disewa.
Pria dengan penghasilan $ 500 ribu tentu bukan orang bodoh. Kami akan berpacaran dengan Anda, tapi tidak akan menikahi Anda.

 Saran saya lupakan mencari petunjuk bagaimana cara menikahi pria kaya. Usahakan agar Anda dapat membuat diri Anda kaya dengan
 berpenghasilan $ 500 ribu, lebih berpeluang ketimbang mencari pria
 kaya yang bodoh.

 Semoga jawaban saya dapat membantu

 Tertanda,
 JP Morgan

sumber : http://old.kaskus.co.id/showpost.php?p=100559821&postcount=551

Thursday, 14 March 2013


'BAHAYA Menjilat Amplop' 



Suatu hari seorang wanita yang bekerja di sebuah kantor pos di California , merekatkan amplop dan perangko tanpa menggunakan lem atau busa basah melainkan dengan cara menjilatnya.
Pada saat itu wanita tersebut langsung merasakan lidahnya terasa seperti teriris.

Seminggu kemudian dia merasakan sesuatu yang tidak biasa pada lidahnya. Dia pergi ke dokter dan tidak ditemukan sesuatu yang aneh. Lidahnya tidak luka atau tidak ada kelainan apapun.

Beberapa hari berikutnya, lidahnya mulai agak membengkak dan mulai terasa sakit, begitu sakitnya sehingga dia tidak dapat makan apapun. Dia segera ke RS dan dokter melakukan pemeriksaan X-Ray.. Ternyata ada sesuatu di dalam lidahnya. Saat itu juga dokter segera mempersiapkan pembedahan kecil.

Ketika dokter mengiris membuka lidah tersebut, ternyata seekor kecoak kecil merayap keluar.

Setelah diselidiki maka didapat kenyataan bahwa kecoak tersebut berasal dari telur kecoak yang sangat kecil yang menempel pada bagian lem amplop. Setelah dijilat maka telur tersebut menempel pada lidah dan mengeram disana karena adanya ludah yang hangat dan lembab hingga kecoak tersebut menetas.

Kejadian nyata ini dilaporkan oleh CNN.

Andy Hu menulis :
"Saya bekerja di pabrik amplop, dan kalian tidak akan percaya..... ..
ada sesuatu yang mengambang disekitar nampan wadah lem , saya tidak pernah sekalipun menjilat amplop. Saya pernah bekerja di percetakan (32 tahun lalu) dan kami selalu dihimbau agar jangan merekatkan amplop dengan lidah. Saya tidak pernah mengerti mengapa, hingga suatu saat saya masuk ke ruang penyimpanan untuk mengambil 2,500 lembar amplop yang sudah dicetak dan melihat sendiri beberapa ekor kecoak berkeliaran di dalam kotak amplop dengan telur kecoak dimana-mana.
Mereka hidup dengan memakan lem yang terdapat pada amplop-amplop tersebut".

Gunakanlah lem atau busa basah.